Customer Reviews
See what our customers have to say about their experience with us.
8 reviews
Sigied Himawan Yudhanto, M.Sn.
silaturahim ke masjid di cikakak Banyumas ketemu Mbah Supani untuk melakukan penelitian tetang masjid Baitusslam Saka Tunggal hibah Rg dari UNS 2025
Setyo Adi Nugroho
Masjid Saka Tunggal Banyumas tertulis tahun 1288 bukan dalam Masehi, tetapi Hijriah. Itu artinya, apabila dikonversi, masjid ini sebenarnya baru dibangun sekitar tahun 1871 Masehi. Pun kita perlu kritis terlepas angka tahun pendirian masjid ini. Sebab rasanya janggal masjid tertua tapi lokasinya di pedalaman, jauh dari pesisir utara Jawa sebagai tempat awal interaksi antar penduduk lokal dengan pendatang.
M. Riyan
Salah satu masjid tua yang cukup nyaman dan indah di Banyumas yang masih mempertahankan beberapa bagian interiornya. Masjid ini dibangun pada 1288 Hijriah (bukan Masehi) sebagaimana terukir di tiang utamanya, alias sekitar 1871 Masehi.
Riasmoro Adi Priyoko
Tempat yang cocok utk mempelajari sejarah penyebaran agama Islam, khususnya di wilayah Banyumas. Masih banyak kawanan kera liar yang selalu minta jatah makanan pada pengunjung.
Fadlan Arba'in
Tolong yah mbaca angka 1288 yang benar di atasnya ada tulisan Hijriyah kan. 1288 itu Hijriyah bukan Masehi ya..
Pakmujiyono Mujiyono
Pertama berkunjung di kasih potongan ban bekas ......saya pikir buat apa ni....tapi ya udah saya terima saja.... karena saya lihat semua pengunjung juga di kasih.....setelah mau pulang baru tau guna nya potongan ban bekas itu......
Gilang Singgih
Monyet-monyetnya tidak mengganggu. Hanya saja kebersihan perlu untuk lebih diperhatikan dan dijaga. Tempat sampahnya terutama juga. Overall tempatnya asik dan bersejarah. Masjid yang cukup tua dari abad 18an.
H. Mudjiono
Masjid Saka Tunggal adalah salah satu masjid tua terletak di desa Cikakak, kecamatan Wangon, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Nama seperti tertera dipapan nama yang tepampang diluar masjid adalah masjid Jami Baitussalam tapi lebih populer disebut sebagai Masjid Saka Tunggal. Tampak dari luar, masjid ini kelihatannya biasa saja seperti umumnya masjid di daerah lain, tetapi begitu masuk didalamnya terlihat sungguh menarik. Dibagian ruangan utama masjid , ditengah tengah terdapat satu buah tiang utama sebagai penyangga bangunan, itulah sebabnya masjid ini disebut masjid Saka Tunggal. Tiang ini terbuat dari kayu berbentuk balok yang disetiap sisinya dipahat dengan ukiran unik menarik. Ada hal menarik lainnya, dilingkungan luar masjid dengan banyaknya monyet monyet yang berkeliaran bebas. Cukup dengan memberi makan kacang yang banyak dijajakan disekitar situ , maka monyet monyet akan berdatangan. Mudah mudahan aset peninggalan yang mempunyai nilai keunikan dan budaya tersendiri ini tetap terjaga dan terpelihara ... 05/12/2020
Write Review in the App
To write a review, please use the CilacapConnect app. Download for free!